Harapan…

Bukan aku yang menentukan
Memilih ia yang bisa kulakukan
Dalam sujud ku memohon
Seseorang yang terbaik menurut Allah
Hanya Allah yang menentukan jodohku
Takut, harap, dan cinta bahan bakar kekhusyuan doa

Dalam istikharah ku berdoa untuk memberkahi pilihan yang dibuat
Sunyinya alam menghantarkan kekuatan tekad
Kegalauan dada terobati oleh nasehat
Ilmu hapuskan kegelapan pikiran
Saatnya aku menegaskan langkah

Aliran nadi menambahkan kecepatan
Menggetarkan ungkapan saat meminta
Melihat raut muka yang menyampaikan makna
Secercah asa yang menyejukkan jiwa
Mungkin ini yang namanya cinta sejati
Kutuliskan namanya dalam puisi ini
Aku ingin dirinya jadi istriku

– ARA –

Advertisements

Cemburu

Manusia…
Ketika sepasang mata melihatnya
Ada panas di balik rusuk yang menyeruak
Menghembuskan kejahatan…

Manusia…
ketika daun telinga mendengarnya
Pompa nafsu ingin menyingkirkan senyumnya

Ingin memiliki apa yang dimilikinya..
Mengerang kepada Tuhan tentang ketetapan yang telah ditetapkan..

Kotak seribu cahaya menyihir hati agar percaya kepada fana…
Gemerlap dunia membiaskan telinga…
Firman-Nya tak tersentuh oleh hatinya yang sedang terbakar…

Cemburu pada dunia…

Berbuat sesuai rayuan setan atau bahkan lebih buruk…
Memperkosa norma norma untuk kesenangan sesaat…

Sungguh yang namanya manusia ketika cemburu tak terbendung…

ARA Maret 5 2012