Materi: Rangkuman Memilih Pasangan Idaman Hingga Shalat Istikharah

Assalammualaikum,

Akhirnya saya post lagi setelah 5 bulan vakum.. hehe
Post pertama kali ini, diisi dengan materi yang dirangkum dari berbagai sumber tentang manfaat menikah hingga menetapkan hati saat memilih calon dengan melakukan shalat istikharah. Sebenarnya materi ini merupakan materi yang saya persiapkan untuk sharing dengan teman-teman di kampus. Daftar isi materinya sebagai berikut:
Daftar Isi

        i. Menikah

      ii. Memilih Pendamping Hidup

    iii. Ketika lamaran datang

     iv. Tata cara pernikahan dalam Islam

     v. Shalat Istikharah

Continue reading

Advertisements

Hukum Bagi Laki-Laki yang Meminang Wanita yang Sudah Dipinang Orang Lain

Informasi penting untuk para lak-laki 🙂

Hanif Fajar

Dalam melakukan lamaran (khitbah), laki-laki muslim tidak boleh meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya semuslim.

Tentang hal ini Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ فَلاَ يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَبْتَاعَ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلاَيَخْطُبَ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَذَرَ

“Seorang mukmin itu saudara bagi mukmin yang lainnya tidak halal bagi seorang muslim membeli atas apa yang dibeli saudaranya dan tidak juga mengkhitbah (meminang) pinangan saudaranya hingga dia meninggalkannya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain terdapat lafadzh “ atau laki-laki yang mengkhitbah mengijinkannya”

Pada masalah ini ada beberapa kondisi :

  1. Yaitu seorang laki-laki mengkhitbah seorang wanita, dan wanita tersebut atau walinya menyetujuinya maka pada kondisi ini tidak boleh laki-laki lain untuk datang mengkhitbah wanita tersebut. Dalam masalah ini tidak ada khilaf sebagaimana yang dinukilkan oleh Ibnu Qudamah.
  2. Yaitu wanita…

View original post 81 more words

Ketika Aku Melamarnya (Anton’s Story)

Assalamualaikum warahmatullah

Kali ini aku yang akan bercerita proses sebelum lamaran.

Awal mula cerita dari sebuah perkenalan yang biasa dan datar dengan Aisyah di suatu momen. Kemudian Kami dipertemukan kembali dalam sebuah tim untuk mewakili FTUI untuk memboyong piala kemenangan di sebuah perlombaan design product yang diadakan oleh UGM. Dinamika dalam tim tersebut membuat kami saling mengenal.

Ketika kami bertukar cerita mengenai impian. There is something in my heart, something about her. Something I can’t tell. Continue reading

Tips untuk Mengkhitbah ^^

ilmu mengenai pemilihan calon pendamping (perempuan) sebelum khitbah (lamaran)..

Nikah Muda Yuk...

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Diantara proses yang akan di lewati oleh seseorang yang ingin menikah adalah proses khitbah (melamar) seorang wanita yang ia sukai untuk menikah dengannya. hal ini sebagaimana perbuatan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang meminang ‘Aisyah binti Abi Bakr dan Hafsah binti Umar bin Khathab.Yang mana hukumnya sunnah sebagimana di jelaskan oleh para ulama.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ini baik untuk laki-laki yang datang mengkhitbah atau perempuan yang laki-laki datang mengkitbahnya.

View original post 972 more words

Hikmah di Balik Lamaran

Karena telah selesai bercerita tentang lamaran yang menjadi pengalaman sendiri, Aku ingin memetik hikmah yang dapat diambil dari kisah tersebut, yang mungkin bisa membantu teman-teman yang membaca. Seperti misalnya, apakah yang harus dilakukan ketika seorang laki-laki datang melamar?, lamaran itu apa?, kriteria apa saja yang harus dilihat?, dsb..
Di sini Aku coba berusaha meringkas dari pengalaman itu sendiri dan ditambah dari literatur buku yang Aku baca “Surat terbuka untuk Para Istri”.

1. Melakukan persiapan diri sendiri sebelum datangnya seseorang yang dilamar atau yang datang melamar.

Persiapan ini baik untuk laki-laki dan juga perempuan. ‘Perbaikilah dirimu dan berhiaslah dengan pakaian taqwa’. Continue reading

Ada Lamaran, Ada Jawaban Bagian 2

Yups, kembali lagi menulis lanjutan kisah yang telah dimulai.. hhi 🙂 Ada Lamaran, Ada Jawaban Bagian 1 berakhir pada bagian Aku yang sedang mencari informasi terkait dengan dirinya. Aku menghubungi 3 orang yang menurutku cukup kukenal, walaupun sok kenal juga hehe. Awalnya aku ingin menambah satu orang lagi, tapi karena ingin menjaga berita ini agar tidak diketahui banyak orang, Aku mengurungkan niat itu. Aku hanya menambah 1 orang teman SMA untuk dimintakan pendapat dan saran bagaimana Aku harus menilai seorang laki-laki yang datang melamar. Hal apa saja yang harus kulihat.

Malam itu, di malam minggu, yang menurutku nuansanya begitu berbeda karena masih dalam posisi kaget tak percaya, yang benar-benar seperti mimpi, muka sumringah  (з´⌣`ε)  , Aku segera menghubungi ketiga orang tersebut dan temanku. Beda-beda jalur komunikasi yang digunakan. Dua orang, entre dan cons melalui salah satu aplikasi di HP, iter dengan menggunakan media sosial dan email, sedangkan teman SMA ku melalui SMS. Aku memberi tahu Dia untuk memohon izin bahwa aku bertanya tentang Dia kepada mereka bertiga, teman-temannya, Dia hanya menjawab iya (kalau menurutku Dia menjadi lebih kalem setelah mengungkapkan isi hatinya, deg-deg an kali ya, hihi ˆ⌣ˆ ) « bagian ini akan dijelaskan lebih detail di bawah :).

Continue reading

Ada Lamaran, Ada Jawaban Bagian 1

Melanjutkan cerita kemarin yang Aku tulis, “Ketika Dia Melamar”, tulisan ini proses ketika Aku harus menjawab. Lamaran sebuah permintaan dan yang diminta harus punya jawaban. Namun, jawabannya tidak ada kata benar dan salah, karena tergantung dari ketetapan hati yang dilamar, apakah Aku, sebagai yang dilamar, sudah siap atau masih menunda. Lamaran juga seperti peralihan ketegangan dari pihak yang melamar ke yang dilamar, dalam hal ini Aku, karena harus mempersiapkan jawaban yang akan berpengaruh ke kehidupan hingga aku meninggal dan akhiratku, penentu jannahku.

“Ya saya ingin menikahi anak bapak, Aisyah” ucapan Dia saat di ruang tamu. Dia memandangku dengan wajah penuh keyakinan. Sorot matanya begitu tegas dan tak ada keraguan. Kegugupan yang kulihat sebelum shalat ashar pun telah sirna. Kelegaan yang muncul di wajahnya, seperti melepas beban yang terus dipikirkan. Senyuman bahagia pun menghiasi sepanjang sore hingga malam hingga ia izin pamit pulang.

Continue reading