Materi ke-2 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP)

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama

a. Apa Itu Ibu Profesional?

b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?

c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?

d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional? Continue reading

Advertisements

NHW Institut Ibu Profesional (IIP) Ke-3: Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Alhamdulillah sudah memasuki pekan ke-3. Saat ini materinya mengenai “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah”. Wow, menurutku cukup sulit dibandingkan kedua NHW yang sebelumnya. Soalnya, dibutuhkan analisis, pendalaman tentang peran kita, baik di keluarga, lingkungan, istri, dan ibu. Kenapa kita ditempatkan sebagai seorang istri A, punya anak B, tinggal di lingkungan C. Butuh peresapan kalau menurut saya. Melihat sekitar, menalaah kebutuhan sekitar, dan menelaah kemampuan diri.  Ini 4 pertanyaan yang butuh lebih banyak refeksi diri 😀

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Continue reading

Tips dan Trik Self Healing (Penyembuhan Diri Sendiri) ^^ (Patut Dicoba)

Self Healing; Penyembuhan Diri

Self Healing

Assalaamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh,

Melakukan Self Healing. Ibu kami selalu mempunyai banyak cara dalam memantau anaknya, terutama ketika kami anak-anaknya sedang merantau. Beliau sering mengirimi kami melalui email, pesan text, ataupun social media mengenai hal-hal yang baru dipelajari oleh beliau, terutama dalam mengingat Allah, kesehatan, atau motivasi diri. Salah satu bentuk yang kami rasakan, yang sangat berkesan, dan bermanfaat buat kami, salah satunya mengenai self healing ini. Self healing ini merupakan terapi yang dilakukan untuk meyakinkan diri, bahwa insya Allah tubuh kita sehat.

Terapi self healing ini, dengan pertolongan Allah bisa menyingkirkan rasa sakit, cemas, bingung, trauma, sedih, dan bisa mendukung sebuah keinginan, harapan, cita-cita.  Fungsi utamanya adalah membantu ‘menenangkan’ sel-sel tubuh, agar tubuh menghasilkan hormon kebahagiaan.  Sehingga sel-sel tubuh bisa beraktifitas normal,  karena tidak ada yang tertekan. NAMUN TIDAK BERARTI MENGABAIKAN DOA DAN USAHA.

Tumpuan kekuatan self healing ini ada pada :

  1. Pertolongan Allah.
  2. Kekuatan kata, kekuatan tindakan, kekuatan ikhlas, dan kekuatan pasrah.
  3. Butir nomor 2 terwujud dalam susunan kalimat sugesti. Kalimat ini sebaiknya  terdiri dari: 1.  Pengaduan; 2. Sejak kapan suatu hal itu dialami (yang ini option aja);  3. Sabar; 4. Syukur; 5. Bahagia karena pasrah
    Contoh :
    Ya Allah Ya Ar-Rahmaan, Ar-Rahim, saya merasa sedih  setiap bangun tidur kalau berdiri tumit saya sangat sakit (pada saat mengucapkan ini, bayangkan rasa sakitnya, kalau bisa diukur dengan skala misal skala terendah 0 dan tertinggi 10, maka rasa sakit kita itu pada skala berapa? misal 7), saya ikhlas (rasakan  kesabaran anda dalam menjalani semua ini), saya ridha (rasakan rasa syukur karena masih banyak nikmat lain yang kita terima), saya serahkan kesembuhannya kepada-Mu ya Allah (senyum bahagia karena rasa sakit itu sudah diangkat oleh Allah, sehingga sudah sembuh).
    Jadi contoh kalimatnya : Ya Allah Ya Ar Rahmaan saya merasa sedih setiap bangun tidur kalau berdiri tumit saya sangat sakit, saya ikhlas, saya ridha, saya serahkan kesembuhanNya kepadaMu.

Continue reading