Matrikulasi IIP ke-6 Ibu Manager Keluarga Handal

*IBU MANAJER KELUARGA HANDAL*
_Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #6_
*Motivasi Bekerja Ibu*
Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah *_ibu bekerja_* yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.

Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu
*_kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita_*
Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ? Continue reading

Advertisements

1 Jam Gratis di Kidzoona Lippo Bogor

Memanfaatkan kupon gratis 1 jam bermain, kami sempatkan untuk mampir di weekday. Karena berlakunya juga hanya di weekday dan maksimal hingga 30 Nov.

Dapat kupon gratisnya karena lagi promo ulang tahun kidzoona yang ke-2. Waktu pertama kali datang, ditawarin struknya mau ditukar dengan undian atau ngga, ya lumayan, ditukar aja. Mungkin kalau pas lagi di Taiwan memang suka ngoleksi struk, tapi kalau di Indonesia, fungsi struk masih minim. Jadi ditukar saja, dan alhamdulillah dapat 1 jam gratis pada weekday.

Berangkatlah bersama ayahnya juga, demi hemat ongkos karena lumayan kalau naik angkot ataupun taxi online. Setengah 11 siang pun sampai di lokasi. Dan jeng jeng… Sepi booo…. Hanya ada 1 orang tua dan 1 anak yang lagi main di pojok video game.

Daftarlah kami, ramah karyawannya. Seperti biasa, orangtua yang mendampingi hanya boleh satu orang dan persiapkan pakai kaos kaki. Karena malas menunggu di luar, dan mumpung lagi sepi, masuk aja berdua (saya dan suami mendampingi anak). Biaya tambahan Rp 30k. Lumayan, kan mumpung biaya anaknya gratis.

Di kali kedua mencoba ini, anak lebih percaya diri mencoba berbagai fasilitas dan lebih familiar ( Pas kali pertama, lebih banyak mengamati). Ini hasil jepretan foto kami di lokasi kidzoona:

Continue reading

Materi ke-5 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP)

Materi Matrikulasi IIPbatch #2 sesi #5
📝BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,
Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar.

Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran  yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.

Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.
*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_* Continue reading

Materi ke-4 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP)

PROGRAM MATRIKULASI IBU PROFESIONAL SESI #4
*MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH*
Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan *_DIRI ANDA SENDIRI_*

Apakah mudah? TIDAK.  Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.
Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa“misi hidup” kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan  tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.
Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati  di Nice Homework #3. Bagi yg sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, Misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak.

“ *Just DO It*”,

_lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita_. Continue reading

Materi ke-3 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP)

Materi Matrikulasi Institu Ibu Profesional Batch#2 Sesi #3
👨‍👩‍👦‍👦MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH👨‍👩‍👧‍👧
“Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya  menuju peran peradabannya”

Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.

Maka tugas utama kita sebagai pembangun  peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “misi spesifiknya”, tugas kita memahami kehendakNya.

Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.

Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya? Continue reading

Materi ke-2 Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP)

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama

a. Apa Itu Ibu Profesional?

b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?

c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?

d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional? Continue reading

NHW Institut Ibu Profesional (IIP) Ke-3: Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Alhamdulillah sudah memasuki pekan ke-3. Saat ini materinya mengenai “Membangun Peradaban dari Dalam Rumah”. Wow, menurutku cukup sulit dibandingkan kedua NHW yang sebelumnya. Soalnya, dibutuhkan analisis, pendalaman tentang peran kita, baik di keluarga, lingkungan, istri, dan ibu. Kenapa kita ditempatkan sebagai seorang istri A, punya anak B, tinggal di lingkungan C. Butuh peresapan kalau menurut saya. Melihat sekitar, menalaah kebutuhan sekitar, dan menelaah kemampuan diri.  Ini 4 pertanyaan yang butuh lebih banyak refeksi diri 😀

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Continue reading