​14 Kisah + 1 Cerita Penting untuk Anak

Oleh ust. Syafiq Riza Basalamah

πŸ’ž Cerita untuk anak usia di bawah 9 tahun dari Al Qur’an

Biasanya anak sangat menyukai cerita tentang hewan. Kita bisa kisahkan 3 buah cerita, yakni:

πŸ”° Kisah Nabi Yunus dengan Ikan Paus. Ceritakan bagaimana nabi Yunus terpilih di undian untuk dilemparkan ke laut. Tapi para penumpang lainnya, tidak mau karena beliau orang sholeh. Hingga ketiga kalinya, nama Nabi Yunus yang keluar. Akhirnya Nabi Yunus dilemparkan ke laut, dan ditangkap/dilahap oleh seekor ikan paus yang sangat besar. Nabi Yunus tidak meninggal di dalam perut ikan paus. Beliau berada di dalamnya hingga berhari-hari dalam kondisi gelap gulita. Di bawa ke dalam dasar lautan yang sangat dalam. Nabi Yunus pun berdoa kepada Allah: 

Ω„Ψ§ΩŽ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ€Ω°Ω‡ΩŽ Ψ₯ΩΩ„Ψ§Ω‘ΩŽ Ψ£ΩŽΩ†Ω’Ψͺَ Ψ³ΩΨ¨Ω’Ψ­ΩŽΨ§Ω†ΩŽΩƒΩŽ Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩΩŠΩ’ كُنْΨͺُ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„ΨΈΩ‘ΩŽΨ§Ω„ΩΩ…ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh-zhoolimiin.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.

HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168.

Poin penting: ajarkan anak untuk mengingat setiap ada permasalahan minta tolonglah kepada Dzat yang Maha segalanya, Allah yang Maha Esa. Dialah Maha Penolong. Bagaimana dengan mudahnya menolong nabi Yunus dari perut ikan paus.
πŸ”° Cerita Nabi Musa dengan Ular

Di kala nabi Musa berada di dalam zaman Firaun, raja yang dzalim, raja yang bengis, sangat berkuasa, mengaku sebagai Tuhan, tidak mau mengikuti ajaran nabi Musa, bahwa Allah Tuhan yang Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah. Saat itu, nabi Musa diajak bertarung dengan para penyihir bawahan Firaun di sebuah lapangan luas disaksikan oleh banyak orang yang datang dari penjuru negeri. Para penyihir melemparkan buhul-buhul (tongkat-tongkat) yang kemudian berubah menjadi ular-ular 🐍 yang sangat banyak. Kemudian, nabi Musa sempat takut. Lalu, Allah memerintahkan nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya dan berubah menjadi ular yang sangat besar dan memakan ular-ular kecil penyihir. Saat itu juga para penyihir sujud dan beriman atas apa yang nabi Musa ajarkan, beriman kepada Allah. Firaun pun marah dan murka serta mengancam akan membunuh, mencincang-cincang para penyihirnya. Tapi para penyihir tidak takut. Mereka berkata, “Kami tidak takut apabila engkau mau membunuh dan mencincang kami. Yang penting kami beriman kepada Allah, kami berharap agar Allah mengampuni dosa-dosa kami. 

Poin penting: Ceritakan yang jujur pasti mengalahkan yang dusta. Walaupun yang dusta itu memiliki kekuatan, kekuasaan. Ajarkan kepada anak, bahwa ia harus jujur. Kejujuran akan membawa keberkahan di dalam hidup ini. Katakan yang benar walaupun itu pahit. 
πŸ”° Kisah nabi Sulaiman dengan Burung Hud-Hud

Ceritakan bagaimana nabi Sulaiman diberikan oleh Allah kerajaan dan kemampuan yang tidak mungkin ada manusia setelahnya memiliki kerajaan seperti nabi Sulaiman. Pasukan nabi Sulaiman bukan hanya manusia, tapi juga hewan dan jin. Burung-burung menjadi pasukan yang melindungi Nabi Sulaiman dari mentari, yang melakukan pengintaian, mengabarkan lokasi yang bisa digunakan untuk istirahat. 

Saat nabi Sulaiman sedang memeriksa pasukannya, beliau kehilangan burung hud-hud. “Kemanakah burung hud-hud?. Nabi Sulaiman pun memeriksa apakah burung hud-hud termasuk yang sedang menjalankan tugas pergi. Tapi tak ada dalam daftar. Nabi Sulaiman berkata bahwa bila burung hud-hud tidak hadir tanpa alasan maka beliau akan menghukumnya dengan siksaan atau dia datangkan sebuah alasan tentang absennya dia. Setelah mengatakan itu, selang beberapa waktu, burung hud-hud pun datang dan mengabarkan  bahwa ia memiliki ilmu yang nabi Sulaiman tidak ketahui. Burung hud-hud mengatakan kepada nabi Sulaiman, “aku melihat sebuah negeri yang di mana negeri itu dikuasai oleh seorang perempuan yang menjadi raja, namun sayangnya mereka melakukan kesyirikan dengan menyembah mentari. Mereka beribadah kepada mentari, padahal rizki yang mereka nikmati itu itu semuanya dari Allah. Mengapa mereka tidak sujud kepada Allah? Padahal Allah adalah Rabb yang menciptakan segala-galanya”. 

Poin penting: sampaikan kepada anak kita bahwa burung hud-hud mengajak kepada tauhid. Binatang-binatang ciptaan Allah itu mengajak bagaimana seorang hamba meng-esakan sang Pencipta. Dan bagaimana seekor burung turut prihatin melihat kondisi umat manusia yang tidak mentauhidkan Allah. 

Kemudian nabi Sulaiman mengirimkan surat melalui burung hud-hud. Burung hud-hud terbang dari Palestina ke Yaman. Jarak kira-kira 2000km. Ketika sampai, burung hud-hud melemparkan surat tersebut kepada Ratu Balqis. Lalu ratu Balqis membaca surat itu dan mengumpulkan para petinggi di istananya. Ratu Bilqis berkata, “Aku memdapat surt yang mulia. Surat itu dari Sulaiman, dia mengatakan ‘Bismillahirrahmanirrahim, kalian datang kepadaku dan kalian jangan sombong dengan apa yang Allah berikan kepada kalian’.” Kemudian mereka bermusyawarah. Salah satu petinggi mengatakan bahwa untuk mengirimkan hadiah. Bila nabi Sulaiman mengambil hadiah tersebut berarti dia seorang raja yang haus kekuasaan, yang menginginkan tahta dan harta, bila ia mengembalikan hadiah tersebut, berarti benar dia utusan Allah, seorang nabi atau rasul. Tetapi, nabi Sulaiman mengembalikan hadiah itu. Kata nabi Sulaiman, “Kalian gembira dengan hadiah yang kalian bawa kepadaku? Yang Allah berikan kepadaku jauh lebih baik dari apa yang kalian berikan. Pulang kalian semua! Kita akan kirim pasukan yang tidak mungkin kalian kalahkan.” Setelah itu ratu Balqis tahu, bahwa Sulaiman benar_benar utusan Allah. Ratu bersama rombongan pun berangkat menuju kerajaan nabi Sulaiman dengan jarak sekitar 2000km lebih, dari Yaman ke Palestina. Saat sedang menunggu kedatangan ratu dan rombongannya. Nabi Sulaiman berkata kepada dua pasukannya, “siapa yang bisa mendatangkan singgasana ratu Balqis?”. Yang pertama dari makhluk jin, jin ifrit berkata, “Aku bisa membawanya sebelum engkau berdiri dari kursimu”. Yang kedua, seorang hamba yang Allah beri ilmu dari kitab Taurat atau Zabur, “Aku bisa membawa sebelum engkau mengedipkan mata”. Tibalah singgasana ratu Balqis. Ukuran singgasananya sangat besar. Panjangnya 80hasta, lebar 40hasta, tingginya 30 hasta. Didatangkan sebelum nabi Sulaiman mengedipkan mata. 

Poin penting: Ajarkan bagaimana kemampuan Allah.
πŸ’ž Cerita untuk anak usia di atas 9 tahun dari Al Quran

Anak-anak sudah mulai dewasa dan mengerti, perlu cerita yang membutuhkan diskusi.

πŸ”° Kisah nabi Ibrahim dengan ayahnya

Kita perlu mengajarkan kepada anak kita tentang kisah berbakti kepada orang tua. 

Dalam kisah ini berisi kisah bagaimana berkomunikasi dengan orang tua. Ceritakan bahwa bapaknya nabi Ibrahim seorang yang kafir, bahkan yang membuat berhala. Tapi, bagaimana seorang anak ketika dia berbicara dengan orang tuanya. Nabi Ibrahim berkata kepada ayahnya, “Ya Abbati (wahai ayahanda), aku ini ada ilmu yang telah datang kepadaku yang tidak datang kepadamu”. Nabi Ibrahim menyampaikan terus-menerus dengan sopan. Hingga bapaknya nabi Ibrahim murka. “Hai Ibrahim, kalau kamu masih tidak berhenti mengingatkanku, aku akan menghukummu dengan rajam. Pergi kau!”. Tapi, nabi Ibrahim tetap menghargai ayahnya, tetap memohon kepada Allah untuk memberikan petunjuk kepada ayahnya.

Poin penting: ajarkan kepada anak, bila berbicara kepada yang lebih tua itu ada adab, ada etika. Tidak memanggil dengan namanya. 
πŸ”° Kisah nabi Yusuf dengan seorang istri dari orang yang dimuliakan di Mesir

Di sini banyak pelajaran penting yang bisa diambil:

1. Tentang interaksi dengan lawan jenis. Anak 9 tahun sudah mulai menyukai lawan jenis. Kadangkala, pendidikan yang kurang tepat dari orangtuanya ketika sang anak bertemu dengan teman yang berbeda lawan jenis, “oh kau itu cocok dengannya, salam, atau coba disayang. Oh itu pacarnya ya.”. Padahal, pendidikan ini bukanlah hal yang tepat. Ada koridor tentang cara berinteraksi dengan lawan jenis yang harus sudah diajarkan. Kita perlu mendidik kasih sayang, tapi tidak pada lawan jenis yang bukan mahramnya. Lakukan pada keluarga, kakak atau adiknya. 

Ceritakan bagaimana bila dua orang berkumpul maka yang ketiganya akan ada setan. Dan ceritakan bagaimana seorang nabi saja hampir tergoda dengan seorang wanita. Allah menyelamatkan beliau. Ajarkan kepada anak bahwa kita selalu butuh pertolongan Allah. 

2. Ajarkan mengenai kesabaran nabi Yusuf menghadapi perempuan-perempuan yang terkagum-kagum dengan ketampanannya sebelum menikah. Seperti ketika nabi Yusuf dikeluarkan dan diminta lewat di sekumpulan wanita yang ditangannya ditaruh buah dan pisau untuk mengupas. Hingga mereka tak sadar malah memotong tangan mereka.  Alhamdulillah setelah menikah, Allah menjaga nabi Yusuf. Allah berikan separuh ketampanan manusia pada nabi Yusuf. Dan ajarkan kepada anak perempuan kita untuk menundukkan pandangannya karena fitnah lawan jenis itu. Dan sampaikan, kalau kau jaga Allah, Allah juga akan menjagamu. Didiklah anak untuk menghindari perzinahan. 
πŸ”° Kisah Dzulqornain

Kisah ini Allah kisahkan di dalam surat Al Kahfi. Dzulqornain Allah berikan kekuasaan, kerajaan, yang dia bisa menaklukan negeri yang lain. Kisah yang ditekankan di sini ketika Dzulqornain mengajak kerja sama penduduk yang dibalik tempat tinggal mereka terdapat ya’juj dan ma’juj. Yang artinya dalam hidup ini, kita tetap perlu kerja sama, gotong royong. Akan ada perkara-perkara besar yang kau tidak akan bisa mencapainya dengan kerja sama. Ada saat di mana kau akan membutuhkan bantuan orang lain. Jangan hidup dengan individualisme yang tinggi. Ajarkan anak kita untuk tidak menyendiri, kau butuh bersama orang.

Dzulqornain membangun tembok yang timggi antara 2 gunung, bisa dilakukan karena kerja sama. 
πŸ’ž Kisah untuk anak usia di bawah 9 tahun dari Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam

πŸ”° Kisah antara kayu dan tukang penyembelih

πŸ”°Kisah 3 orang yang masuk gua yang pintu gua itu tertutup dengan batu besar

πŸ”°Kisah orang yang buta, orang yang berpenyakit kulit, dan orang yang memiliki sakit rambut hingga kepalanya rusak
Bersambung..

Resume oleh Aisyah Iadha Nuraini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s