NHW Adab Menuntut Ilmu (Materi ke 1 dan NHW ke 1)

Bismillah..

Alhamdulillah bisa menulis blog lagi setelah hiatus cukup lama. Kali ini berhubungan dengan kelas matrikulasi IIP (Institut Ibu Profesional) yang sedang saya ikuti.

Setiap pekan akan ada NHW (Nice homework) yang wajib dikerjakan oleh peserta tiap minggunya. Dikumpulkan melalui email, posting di blog, ataupun bisa juga comment di Fb group.

Tema minggu ini tentang:

ADAB MENUNTUT ILMU

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Jurusan yang menurut saya menantang dan saya butuhkan yaitu mengendalikan emosi. Baik emosi negatif dan positif. Keduanya tidak boleh berlebihan. Harapannya tentunya saya bisa lebih menguasai dan menampakkan emosi sesuai dengan situasi.

Contoh kasus dalam menghadapi tingkah lucu anak. Anak sering sekali melakukan hal yang luar biasa yang membuat kita takjub. Contohnya menumpahkan susu. Suatu ketika saya sedang menyiapkan sereal dan menaruh mangkok berisi susu di lantai. Serealnya butuh dibuka terlebih dahulu dan membuat saya butuh berdiri dan berjalan ke meja makan. Saya pun memberi tahu anak saya untuk menunggu. Dengan tingkah cerdasnya, ternyata dia berusaha mengangkat mangkok berisi susu tersebut hingga tumpah semua. Tentu saya kaget. Perasaan kesal timbul terlebih dahulu, tapi berusaha dipendam dan mengatakn “oh, Nouman ingin bantu mama ya bawa mangkoknya dekat ke sini,🙂 “.  Meredam rasa kesal. Salah satu contoh ketika saya berhasil menguasai rasa kesal saya.

Menurut saya, pengendalian emosi tidaklah mudah. Baik untuk menghadapi anak, ataupun orang lain. Terkadang, hanya dengan mendengar perkataan sedikit dari orang, bisa membuat kita berkeluh kesah hingga menangis di pangkuan suami.

Jadi, satu jurusan ini yang akan saya tekuni untuk saat ini. Dengan pengendalian emosi yang baik akan bisa berujung pada sikap syukur dan sabar.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

Sebenarnya udah dijelasin di atas.Tapi ingin saya tulis lagi dan tambahkan hehe. Pengendalian emosi memiliki peran penting dalam hidup saya. Terutama dalam pendidikan anak dan hubungan dalam rumah tangga. Saya yakin dengan pengendalian emosi yang baik, bisa mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena menurut saya, kunci syukur dan sabar juga terletak dalam pengendalian emosi.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Wah, ini cukup sulit. Memang terkesan abstrak ya. Hmm, saya coba membagi strateginya menjadi beberapa poin:

  1. Mencari buku referensi terkait pengendalian emosi. Saya  prefer buku cetak, mudah dibaca dan lebih melekat (bisa dicorat-coret, ditandain, dll)
  2. Menonton video berkaitan dengan emosi. Berguru melalui youtube sepertinya. Biar dapat melihat prakteknya langsung (gambar bergerak).
  3. Membuat evaluasi tolak ukur dengan cara membuat grafik atau bagan berbagai jenis emosi, contoh prakteknya, bagaimana cara pengendalian, apakah sudah merasakan langsung, berhasil mengendalikan atau tidak. Jadi bisa tau emosi apa saja yang pernah saya alami, dan butuh ditingkatkan pengendaliannya.
  4. Merasakan langsung jet coaster emosi. Hmm, saya harus terlibat dalam aktivitas kelompok. Minimal satu. Karena dinamika kelompok juga berisi dengan dinamika emosi. Bisa juga aktivitas lainnya misal, mengajar, dan berjualan.
  5. Membuat diary per hari atau dua hari sekali terkait pengendalian emosi dan achievement  yang didapat.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Sebelumnya, saya ingin membagikan ilmu tentang adab menuntut ilmu dari kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional:

ADAB MENUNTUT ILMU

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

ADAB MENUNTUT ILMU

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya.

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

*Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan*

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk

Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Berikut perubahan sikap yang akan saya lakukan terhadap adab dalam menuntut ilmu:

  1. Mendapatkan ilmu dari sumber yang jelas dan terpercaya
  2. Mendapatkan sumber ilmu dari yang original (tidak menggunakan bajakan)
  3. Berdoa setiap akan menuntut ilmu
  4. Apabila saya mendapatkan dari sumber ilmu yang berbeda-beda, selalu mencatat dengan rapih sumber ilmunya dari siapa aja atau apa saja. Buat daftar referensi.
  5. Tidak asal sharing tanpa sumber yang jelas.

Sekian NHW saya. Semoga saya bisa melaksanakan menuntut ilmu dengan baik. Bismillah, ganbatte!

*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s