Ciri-Ciri Orang Bertaqwa (QS. Ali Imron: 133-136), Kajian Ust. Nouman Ali Khan

Assalammualaikum, ini salah satu tulisan yang dibuat oleh ARA saat mendengarkan kajian dari Ust. Nouman Ali Khan. Tulisan yang sangat memotivasi diri untuk menjadi orang yang bertaqwa. Yup, untuk menjadi orang yang bertaqwa tentunya kita harus mengenali apa saja ciri-cirinya. Ciri-cirinya ini telah dijelaskan dalam Al-Quran. Yuk, disimak tulisannya🙂

Pendahuluan

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. Ali Imron 130)

Sebelum memasuki ayat tentang ciri-ciri orang bertaqwa (QS. Ali Imran: 133-136), disebutkan larangan-larangan yang perlu dijauhi oleh setiap manusia. Dalam hal ini, QS. Ali Imran ayat 130 berbicara mengenai pelarangan kita meninggalkan riba dengan berlipat ganda (seperti bunga bank yang berlipat ganda). Anggaplah kita bekerja keras kemudian mendapatkan banyak sekali uang. Kmeudian, bank-bank diluar sana menawarkan agar kita menginvestasikan uang kita ke bank-bank tersebut (yang biasa kita kenal dengan deposit) agar kita mendapatkan bunga bank yang banyak tanpa harus bekerja. Allah azza wa jalla melarang kita berbuat demikian dan memberikan sebuah alternatif untuk mendapatkan keuntungan. Apa alternatif tersebut? Yaitu bertaqwa kepada Allah. Allah tidak memberikan alternatif lain dari bentuk investasi harta, namun memberikan alternatif berupa wattaqullah , bertaqwalah kepada Allah.

Dan tidak hanya itu dalam ayat selanjutnya,

ali imron 131

Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. (QS. Ali Imron: 131)

Satu hal lagi yang harus diingat agar kita bisa menjauhi riba adalah dengan takut kepada api neraka. Uiddatlilkafirin, artinya neraka ini disediakan kepada orang-orang kafir. Hal ini adalah bentuk dari kasih sayang Allah kepada kita, kaum muslimin, bahwa neraka itu disediakan untuk orang-orang kafir bukan muslim. Di awal ayat disebutkan yaa ayuhaladzina amanu, hai orang-orang beriman janganlah memakan riba, ingatlah selalu Allah, ingat selalu api neraka, yang neraka itu sebetulnya dipersiapkan untuk orang kafir, bukan untuk orang beriman. Maka kita harus menjauhkan diri dari perilaku-perilaku buruk orang kafir.

ali imron 132

Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. Ali Imron: 132)

Dan tidak hanya kita diperintahkan agar menjauhi api neraka, namun Allah memerintahkan agar kita mentaati Allah dan Rasul-Nya agar kita dapat memasuki surge (diberi Rahmat)

Isi

Pembukaan ini sengaja diberikan agar saya bisa menjelaskan pesan yang berada di ayat selanjutnya. Peletakan ayat ini begitu special di dalam al-Quran. Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan beberapa kategori/karakter dari orang-orang. Yang mana kepribadian ini sangatlah penting. Allah memulainya dengan menyebutkan surga/jannah di awal dan diakhiri dengan surga juga. Diantaranya juga disebutkan beberapa karakter/kepribadian/perilaku dari orang orang yang akan memasuki surga. Semoga kita bisa termasuk sebagai orang yang memiliki kepribadian-kepribadian tersebut.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali Imron:133)

Pemilihan kata dalam ayat ini begitu luar biasa, yaitu wasaariu yang berarti bergegaslah/larilah /bersegeralah kepada ampunan dari Tuhanmu. Di dalam ayat-ayat sebelumnya dijelaskan agar kita menuju rahmat Allah, namun dalam ayat 133 ini, kita diperintahkan untuk lari bergegas menuju ampunan Allah. Pada dasarnya kita pasti lari/bergegas kepada hal yang penting/yang sangat diperlukan. Tidak mungkin kita lari/bergegas untuk alasan yang tidak penting. Contohnya adalah ketika kita bergegas menuju kantor agar masuk tepat waktu atau misalkan seorang murid dengan cepatnya dalam membaca buku karena ia harus lulus ujian (sistem kebut semalam).

Hal pertama yang kita harus ketahui dan sadari bahwa kita sangat membutuhkan akan ampunan dari Allah. Untuk bisa menyadarinya, kalau kita membutuhkan ampunan dari Allah, kita harus sadar kalau kita pasti berbuat dosa/kesalahan. Kita adalah Manusia yang pasti, PASTI melakukan kesalahan/dosa, tidak mungkin tidak. Walaupun kita adalah seorang muslim yang baik, katakanlah kita berusaha untuk tidak berbuat hal-hal yang dilarang oleh Allah, kita pastinya pernah mengecewakan standar/perintah Allah. Contohnya ibadah kita yang kurang khusyu, wudhu kita yang kurang sempurna, dan lain-lain yang tentunya banyak sekali kalau disebutkan satu per satu.

Hal yang kedua yaitu bergegaslah menuju surga yang seluas langit dan bumi. Mungkin kalau kita masih muda dan single (belum nikah nih), kita tidak akan begitu mengerti akan pentingnya luas ini. Tetapi  bagi yang sudah menikah, sudah punya anak, pasti ngerti. Maksudnya ketika kita masih single, untuk tinggal di apartement atau kos-kosan ukuran 3 x 3 m saja sudah merasa cukup. Namun ketika sudah menikah, kita pasti memerlukan ruang yang lebih besar, dan nanti ketika punya anak pasti menginginkan untuk membeli rumah tetap, harus ada halaman depanlah, ruang kamar untuk anak, tambahan ini dan itu, tidak akan mau lagi tinggal di kos-kosan ukuran 3×3 m. Hal ini adalah keadaan dari stabilitas dalam kehidupan. Allah menawarkan stabilitas kepada kita, yaitu bergegaslah kepada surga yang seluas langit dan bumi. Dan untuk siapa surga ini disediakan? Uiddat lilmuttaqin untuk orang orang bertaqwa, yang perhatian, yang sangat hati hati. Dan seperti apakah orang orang yang bertaqwa itu?

Ali imron 134

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imron: 134)

Ciri pertama orang yang bertaqwa adalah orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Hal ini menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kita untuk menjauhi riba dan menawarkan yang lebih baik yaitu Surga, dengan cara yaitu menafkahkan/ menyumbangkan apapun yang kita miliki di jalan Allah. Karena dalam ayat ini tidak disebutkan “harta”, jadi bisa apa saja yang kita sumbangkan selain harta, bisa berupa energi, waktu, pikiran, masa muda, prioritas, dan lain sebagainya. Mengorbankan apa yang kita cintai hanya untuk Allah subhanahu wata’ala. Ada sebuah hal yang menarik disini; Allah menawarkan kepada kita surga seluas langit dan bumi, yang begitu luasnya dan sangat indah yang Insya Allah akan didapatkannya nanti, bukan sekarang, bukan di dunia ini, dengan cara menginvestasikan uang kita di jalan Allah. Berbeda dengan, katakanlah seorang salesman bank yang datang untuk menawarkan untuk menabung di bank tertentu dan menawarkan bunga yang besar (riba), yang riba ini bisa didapatkan langsung di dunia. Bagian ini berhubungan dengan ayat sebelumnya yang dijelaskan di awal. Inilah perbedaannya antara orang beriman dengan orang kafir, kita (orang beriman) meyakini akan adanya hari akhir. Hakikatnya harta yang kita dapatkan datang dari Allah, namun Allah menawarkan dalam bentuk perniagaan tijaaroh kepada manusia, agar manusia paham. Allah menawarkan surga dengan cara kita menginvestasikan harta kita dijalan Allah baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Kemudian yang kedua adalah orang yang menahan amarahnya. Sebuah penggunaan kata yang luar biasa yang Allah pilih adalah Kaadzoma, yaitu artinya menelan. Kalau kita memakan, pasti ketahuan dengan pergerakan mulut kita yang sedang mengunyah. Namun kalau langsung menelan, tidak ketahuan. Dan disebutkan hal ini adalah menahan amarah (menelan marah). Jadi, bahkan untuk ditampakkan saja jangan. Seperti misalkan anak muda, yang sangat temperament, darah muda itu begitu bergejolak, ada yang nyenggol dikit aja langsung melotot. Dan ini dilakukan terus menerus. Misalkan ada kesalahan kecil yang dari suami atau istri kita, atau dari anak-anak kita yang membuat kita kecewa atau marah, kita tidak perlu menampakkan apalagi marah-marah kepada mereka. Kita harus berusaha untuk menelan emosi kita, menganggap itu tidak ada. Jikalau hal-hal kecil sangat gampang membuat kita marah, bagaimana bisa kita mengharapkan Allah akan mengampuni dosa besar kita. Maka ciri yang kedua adalah kita mampu untuk mengontrol emosi kita.

Kemudian yang ketiga adalah memaafkan manusia. Dipilih kata afuw, yang berarti bahwa maaf yang diberikan kepada siapapun walaupun orang tersebut tidaklah layak untuk mendapatkan maaf dari kita. Ini pastinya berat untuk kita apalagi jikalau orang itu sering sekali berbuat kesalahan atau kesalahannya sangat berat. Kita memaafkan mereka bukan karena mereka membutuhkannya bukan pula mereka pantas mendapatkannya, tapi kita memaafkan karena kita menginginkan termasuk kedalam daftar ini. Dan perlu diketahui ada pintu surga yang bernama pintu maaf, yang ditujukan untuk orang-orang yang suka memaafkan. Mudah mudahan dari dua alasan ini kita mau untuk senantiasa memaafkan orang lain. Dan terakhir Allah menyukai orang-orang yang senantiasa memperbaiki amalan amalan dirinya.

Ayat ini sangat lah luarbiasa dan seharusnya kita mampu mengimplimentasikan dalam kehidupan kita, menjadi tabiat kita.

Jadi sudah 3 kebaikan ciri-ciri yang telah disebutkan. Kemudian ayat selanjutnya menceritakan tentang jika orang orang bertaqwa berbuat keburukan,

ali imron 135

 

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imron: 135)

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan memalukan, tidak pantas, seperti jika mencuri pandangan atau apa yang ada di dalam hati kita, seperti melihat iklan-iklan yang jelek, sms kepada lawan jenis yang tak pantas, terlalu lama melihat foto-foto wanita yang bukan haknya, dan lainnya. Ini akan sangat mudah terjadi, seperti halnya di Taiwan, banyak sekali iklan-iklan yang mempertontonkan aurat atau dijalanan banyak yang wanita yang memperlihatkan auratnya. Disini menunjukan bahwa hal ini bisa terjadi bahkan kepada orang-orang bertaqwa. Orang-orang bertaqwa tetap tidak terbebas dari dosa dan kesalahan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah apabila mereka melakukan kegiatan memalukan atau menganiaya diri sendiri, mereka langsung ingat kepada Allah.

Jika kita misalkan telat datang ke kantor, dan bos kita sangat marah, pasti kita ngumpet tidak mau ketemu sama bos. Hal ini sangat natural terjadi pada diri kita dan setan memanfaatkannya. Jika kita melakukan perbuatan yang memalukan, maka siapakah yang kita kecewakan, yaitu Allah. Kemudian ketika kita mau shalat, setan membujuk “Apakah kamu mau shalat setelah kamu melakukan sebuah kegiatan yang memalukan? Dasar munafik! kata setan seperti itu, yang tujuannya agar kita mengatakan dan berbuat “Saya malu sama Allah dan ga jadi shalat” inilah yang diinginkan setan, maka kita harus melawannya yakni langsung bertaubat, ingat, dan beristighfar. Karena kepada siapa lagi kita akan meminta maaf dan ampun selain kepada Allah. Walaupun kita mengecewakan Allah, melakukan maksiat kepada Allah, orang-orang yang benar-benar bertaqwa langsung ingat kepada Allah, dan meminta ampunan dan taubat.

ali imron 136

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (QS. Ali Imron:136)

Dan dalam ayat selanjutnya ditutup dengan surga.

Semoga kita termasuk kepada golongan orang orang yang bertaqwa yang senantiasa menginfakkan harta dan diri saat lapang maupun sempit, selalu dapat menahan amarah kita, selalu dapat memaafkan orang lain, dan apabila melakukan kesalahan kecil, maksiat, atau dzalim kepada diri sendiri kita diberi kemudahan untuk langsung ingat kepada Allah serta bertaubat, dan semoga tobat kita diterima oleh Allah.

^ARA

 

One thought on “Ciri-Ciri Orang Bertaqwa (QS. Ali Imron: 133-136), Kajian Ust. Nouman Ali Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s