Pembahasan Buku “Andai Aku Tidak Menikah Dengannya” Ust. Syafiq Reza Basalamah

Buku Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Bismillahirrahmanirrahim..

Tulisan ini melanjutkan isi kajian “Aku akan berubah” oleh Ust. Syafiq Reza Basalamah (https://www.youtube.com/watch?v=1eufwP03Stk) mengenai perubahan diri. Selain mengenai hal tersebut, moderator yang tak lain adalah Teuku Wisnu, memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan rumah tangga, baik persiapan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, ketika di dalamnya, ataupun ketika kehidupan tersebut terancam hancur. Pertanyaan-pertanyaan tersebut didasarkan pada buku yang baru saja dibuat oleh Ust. Syafiq Reza Basalamah.

Saya dan suami sendiri belum membaca buku ini, namun pernah mendengar kajiannya di https://www.youtube.com/watch?v=kFzI8sQruaE . Menurut pendapat suami, isi kajiannya menyentuh, membuka wawasan, memberikan teladan dari kehidupan Rasulullah salallahu alaihi wassalam, dan benar-benar bisa dipraktekan dalam kehidupan rumah tangga🙂.

Berikut sedikit paparan mengenai buku tersebut yang disajikan saat kajian “Aku Akan Berubah” :

  1. Di dalam Islam tidak mengenal pacaran, lalu bagaimana kita bisa mengenal mengenai akhlak seorang perempuan yang akan kita pinang?
    Ketika kita ingin membangun rumah tangga, tentunya kita ingin menikah dengan seorang perempuan yang pas/cocok dengan kita sehingga hal inilah yang membuat sebagian orang memutuskan untuk pacaran. Dia pacaran supaya ingin tahu kepribadian masing-masing.
    Dan dalam Islam, Islam tidak mengenal pacaran. Tapi, Islam memerintahkan kita (khususnya para pria) untuk mengenali akhlak pasangan kita nanti, mengenali secara umum.
    Wanita itu memiliki kesamaan, walaupun berasal dari negara yang berbeda. Bahan bakunya itu sama, dari tulang rusuk yang bengkok. Jadi kita harus mengenali kepribadian itu, yang mana kepribadian wanita itu semuanya sama. (Halaman 45 dari buku), kepribadian wanita:

    a. Wanita itu dari tulang rusuk yang bengkok. Jadi semua wanita itu bahan dasarnya sama. Wanita itu bukan dari baja. Wanita memiliki tugas yang jauh lebih besar dari lelaki. Jam kerja seorang wanita bisa mencapai 24 jam, dari pagi sampai pagi lagi. Coba dibayangkan, ketika malam hari anak kita nangis, seorang suami bangun, tapi hanya merubah posisi atau hanya memberi tahu sang istri untuk menenangkan tangisan anak. Kenali istri kita bahwa dia diciptakan dari tulang rusuk, bukan tulang tangan sehingga dia bisa digunakan semena-mena, ataupun tulang kaki yang bisa diinjak-injak. Tetapi dia tulang rusuk yang ditutupi oleh lengan yang berarti seorang suami harus melindunginya. Tugas seorang suami yaitu melindungi istrinya, bukan memukulnya. Dan dia itu bengkok, jadi wajar bila seorang istri melakukan kesalahan. Bahkan Rasulullah salallahu alaihi wassalam menjelaskan bila dipaksakan lurus, maka dia akan patah.
    b. Wanita itu pencemburu. Jadi kalau dia cemburu, hal yang wajar.
    c. Wanita itu mementingkan penampilan, tidak seperti laki-laki. Perempuan suka dengan bercermin. Melakukan persiapan dandan bisa lebih dari 1 jam. Hal yang wajar dan harus dimaklumi oleh seorang suami. Seorang laki-laki harus bersyukur memiliki seorang istri yang merupakan seorang wanita. Karena saat ini, ada sekelompok orang yang mengajukan perubahan supaya calon pengantin tidak harus laki-laki dengan perempuan, tetapi boleh dengan sesama jenis.
    d. Wanita itu seorang perasa, mudah tersinggung. Ada sebagian wanita yang mudah menangis hanya dengan omongan sederhana dari seorang suami. Sifat perasa ini merupakan kelebihan seorang wanita. Coba bayangkan, kalau wanita tanpa sifat perasa, mungkin anak kita tidak ada yang besar. Ada kejadian seorang ayah yang menggendong anaknya yang terus menangis, karena tidak sabarnya/bikin sakit hati, anaknya tersebut dilempar, atau ada juga yang diguyur oleh air. Kelebihan seorang ibu, kenapa mereka mampu hamil, mengangkat perutnya 10-15 kg selama 9 bulan lebih, karena cintalah terhadap anaknya. Hal itulah yang membuat dia kuat dan tahan banting.Keempat hal inilah yang perlu dikenali. Bila ingin lebih dalam mengenalnya, bisa dengan nadzor dengan mengirim orang ke sana, bukannya dengan pacaran.
  2. Apa saja hak-hak seorang istri yang harus dipenuhi?. Yang mau nikah, yang sudah menikah harus tahu.
    Laki-laki adalah pemimpin bagi istri-istri mereka. Pemimpin memiliki hak dan kewajiban. Pemimpin harus mempunyai 3 hal:
    a. Perhatian. Memberi makan.
    b. Perlindungan. Melindungi dari hujan, lapar, perampok, dan api neraka.
    c. Perbaikan. Laki-laki menjadi pemimpin karena kewajiban mereka memberikan nafkah. Jadi, tidak ada sama sekali bagi seorang istri wajib memberi nafkah. Bila istri mau membantu, alhamdulillah, berdasarkan kemampuannya tentunya.
    Berdasarkan hadits Rasulullah salallahu alaihi wassalam, kewajiban seorang suami:
    a. Memberi makan 
    Bila seorang suami sudah berusaha keras dan menghasilkan nafkah sesuai kemampuannya, namun terbatas, seorang istri harus bersyukur dan pandai memanajemennya dan menerimanya (bersifat qanaah).
    Bagi seorang laki-laki yang memiliki nafkah yang berlebih, janganlah bersifat pelit terhadap istri. Selama seorang istri meminta hal yang masih dapat dimaklumi, usahakan untuk memenuhinya.
    b. Memberi pakaian
    c. Jangan pernah memukul wajah istri. Berikanlah pendidikan kepada istri secara bertahap. Pertama, bisa menjauhinya terlebih dahulu, tidak diajak bicara. Kalau masih belum mengerti, baru boleh memukul. Memukulnya pun, pukul dengan penuh cinta, jangan dengan emosi. Pukullah dengan cinta di tangan, yang sakit di hatinya.
    d. Jangan menjelek-jelekkan istri. Istri merupakan pilihanmu. Dulu para suami yang memilih dan mengejarnya. Tapi ketika setelah menikah, janganlah menghinanya.
  3. Sampai berapa kali kita boleh memaafkan istri?
    Evaluasi dirilah. Sebagai seorang suami, bukan berarti tanpa ada dosa dan kesalahan. Istri kita bila dia melakukan kesalahan-kesalahan kecil, maafkanlah sampai sebanyak-banyaknya.
  4. Bagaimana sifat romantisme/sayang Rasulullah salallahu alaihi wassalam terhadap istri-istrinya?
    Rasulullah salallahu alaihi wassalam merupakan seorang presiden, panglima perang, tapi ketika beliau memasuki rumah, beliau menanggalkan setiap jabatan yang beliau pegang, hanya sebagai suami. Rasulullah salallahu alaihi wassalam ketika memasuki rumah, beliau membantu istrinya. Bahkan ketika bertengkar dengan Aisyah, beliau meminta maaf, dan bahkan tidak menaikkan suara beliau, walaupun Aisyah menaikkan suaranya.
    Ketika makan dengan Aisyah, Rasulullah salallahu alaihi wassalam menggunakan satu piring yang sama. Ketika memakan daging, Rasulullah salallahu alaihi wassalam mengambil daging yang telah digigit Aisyah dan menggigit di tempat yang sama. Minum di gelas pun yang sama, di tempat yang mana bekas minum Aisyah.
    Beliau juga mandi bersama dengan Aisyah, saling bercengkrama dengan menggunakan satu ember yang sama. Tidak perlu menunggu satu sama lain.
    Anas bin malik meriwayatkan hadits: Anas melihat ketika Rasulullah salallahu alaihi wassalam naik unta bersama istrinya, Shafiyah, beliau meletakkan lututnya untuk menjadi pijakan bagi Shafiyah supaya mudah naik untanya.
    Ketika kalung Aisyah terjatuh dan hilang, Rasulullah salallahu alaihi wassalam memberhentikan satu pasukan perang untuk berhenti sementara dan mencari kalungnya Aisyah.
  5. Apakah boleh meminta untuk tidak tinggal bersama mertua (orang tua suami)?
    Seorang suami wajib memberikan tempat tinggal semampunya dan menjauhkan istrinya dari bahaya. Apa saja bahaya bagi seorang istri? ketika ia dikumpulkan dengan madunya dan ketika ia dikumpulkan dengan mertuanya. Mengapa demikian? Karena perbedaan kasih sayang seorang istri terhadap suaminya dengan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya (suami sang istri). Banyak permasalahan-permasalahan kecil bisa menjadi permasalahan besar, seperti istri yang bangun kesiangan yang tentunya bisa mendapat pandangan negatif dari mertua, makanan yang keasinan, ataupun tak bisanya menggunakan pakaian yang bermaksud ingin menggoda suaminya di depan mertuanya.
    Jadi, bagi sang istri, ungkapkanlah secara baik-baik kepada suami bila memang tidak ingin satu rumah dengan mertua. Solusinya bisa dengan menyewa rumah yang dekat dengan rumah mertua sehingga bila ada apa-apa bisa langusng segera mengunjungi rumah mertua.

Selain kelima hal tersebut, masih banyak lagi ilmunya yang bisa didapat, seperi apakah boleh seorang istri menolak tinggal bersama mertuanya, bagaimana mengenai talak dan rujuk, dan lain-lain.

Bagi yang ingin tahu lebih lanjut bisa melihat videonya secara langsung di youtube atau dengan membeli bukunya di Yufid store http://store.yufid.com/jual/buku-andai-aku-tidak-menikah-dengannya/.

*ditulis di Taipei pukul 23.00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s