Ketika Aku Melamarnya (Anton’s Story)

Assalamualaikum warahmatullah

Kali ini aku yang akan bercerita proses sebelum lamaran.

Awal mula cerita dari sebuah perkenalan yang biasa dan datar dengan Aisyah di suatu momen. Kemudian Kami dipertemukan kembali dalam sebuah tim untuk mewakili FTUI untuk memboyong piala kemenangan di sebuah perlombaan design product yang diadakan oleh UGM. Dinamika dalam tim tersebut membuat kami saling mengenal.

Ketika kami bertukar cerita mengenai impian. There is something in my heart, something about her. Something I can’t tell.

Suatu ketika dia mengalami kecelakaan. Lututnya mengalami dislokasi. Membuatku khawatir dan ingin menjenguknya. Saat itu masih minta teman satu tim untuk menjenguknya. Menjenguknya ke rumah membuatku berkenalan dengan orang tuanya. Saat berkenalan, orang tuanya bilang “oh ini yang namanya Anton”.. Oow sepertinya dia pernah menceritakan soal diriku. (GR tingkat tinggi)

Waktu berjalan..

Ketika mengetahui ayahnya adalah professor bidang kehutanan dan pada saat yang sama papah ku mau bisnis mengenai jati. Aku pun memberanikan diri untuk mengajak diskusi dengan ayahnya Aisyah. Di rumahnya. (Bukan untuk ngemodus ngedeketin bokapnya ya). Tapi dengan pertemuan itu jadi makin kenal sama keluarganya. Teringatlah tentang kriteria calon istri yang pernah dibuat. Banyak yang terpenuhi oleh Aisyah.

Rasa suka ku terhadapnya semakin besar. Dibuktikan dengan adanya rasa cemburu ketika mengetahui ada pria yang mendekatinya.

Muncullah perasaan galau.. Tak mau seperti cerita 3 temanku yang ditinggal nikah oleh wanita pujaan mereka.. 3 cerita tersebut harus diambil pelajarannya. I won’t be like them.

Kegalauan ini harus dipertegas. Karena aku pun memiliki target untuk menikah cepat. Dibantu dengan menggunakan software untuk menentukan pilihan ketika galau. Expert Choice.

27 November ketika ibuku berulang tahun. Hari sebelumnya aku pulang ke rumah. Merencanakan sebuah kejutan di pagi hari untuk ibuku. Awalnya cuma kue ulang tahun saja yang disiapkan bersama kakak dan adikku. Tapi ada kejutan tambahan. Aku ingin menikah. Sebetulnya sudah dari lama aku minta kawin. Dari 2 tahun lalu klo gak salah. Tapi kali ini lebih serius dan mantap, karena aku memintanya di depan seluruh keluargaku. Diberi nasehat sama papah, you must have a plan and strong reason to married someone. Tidak harus nunggu sampe mapan or kaya raya baru nikah. (Bahkan pada saat itu gw belum menyelesaikan skripsi dan sidang). I said I have a plan and reason.

Pulanglah aku ke depok dan meminta doa serta wejangan kepada guru yang mengajariku Al Quran. Diberikan wejangan, dukungan, dan doa. You must have a plan and reason.

Curhat juga sama temen yang sudah menikah duluan saat kuliah.. Fokuslah pada tujuan, bukan pada masalah. Karena fokus pada masalah hanya membuatmu tidak sampai tujuan. When you have a problem, solve it.

Bismillah, aku telpon bapaknya untuk minta ketemuan dengannya, di rumahnya. Membicarakan sesuatu yang tidak bisa lewat telpon.
Pada hari yang sama aku dapet kabar kalau papah kondisinya memburuk dan harus dibawa ke rumah sakit Serang.

Aku pulang untuk menjenguk ayahku dan ikut menjaganya bersama ibuku dirumah sakit. Selama di rumah sakit saudara saudaraku datang untuk menjenguk. Ada percakapan menarik dan tidak diduga olehku sebelumnya “Kalau anak ingin menikah jangan ditahan-tahan”. Saat itu aku senyum senyum kegirangan..

Beberapa hari di rumah sakit papah mengalami perbaikan kondisi. Di hari ketika ayahku akan pulang dari rumah sakit aku mengutarakan niatku untuk melamar Aisyah. Ibuku awalnya tidak mengizinkan, karena khawatir aku akan ditolak. Namun ketika bertanya pada papah. Beliau mengizinkan “Bismillah”. Mamah mengikuti saja. Aku cium dan peluk mereka sebelum berangkat dan meminta doa. Ibuku mengantarku keluar kamar rumah sakit dan berpesan agar aku tampil bagus saat melamar dan “Jangan sakit hati ya kalau ditolak!” Aku jawab “doain diterima ya..”🙂

besoknya aku datang ke bogor, dan bilang ke bapaknya “aku ingin melamar Aisyah jadi istriku”

Rings

rings

 

ARA

2 thoughts on “Ketika Aku Melamarnya (Anton’s Story)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s