​14 Kisah + 1 Cerita Penting untuk Anak

Oleh ust. Syafiq Riza Basalamah

💞 Cerita untuk anak usia di bawah 9 tahun dari Al Qur’an

Biasanya anak sangat menyukai cerita tentang hewan. Kita bisa kisahkan 3 buah cerita, yakni:

🔰 Kisah Nabi Yunus dengan Ikan Paus. Ceritakan bagaimana nabi Yunus terpilih di undian untuk dilemparkan ke laut. Tapi para penumpang lainnya, tidak mau karena beliau orang sholeh. Hingga ketiga kalinya, nama Nabi Yunus yang keluar. Akhirnya Nabi Yunus dilemparkan ke laut, dan ditangkap/dilahap oleh seekor ikan paus yang sangat besar. Nabi Yunus tidak meninggal di dalam perut ikan paus. Beliau berada di dalamnya hingga berhari-hari dalam kondisi gelap gulita. Di bawa ke dalam dasar lautan yang sangat dalam. Nabi Yunus pun berdoa kepada Allah: 

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh-zhoolimiin.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.

HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168.

Poin penting: ajarkan anak untuk mengingat setiap ada permasalahan minta tolonglah kepada Dzat yang Maha segalanya, Allah yang Maha Esa. Dialah Maha Penolong. Bagaimana dengan mudahnya menolong nabi Yunus dari perut ikan paus.
🔰 Cerita Nabi Musa dengan Ular

Di kala nabi Musa berada di dalam zaman Firaun, raja yang dzalim, raja yang bengis, sangat berkuasa, mengaku sebagai Tuhan, tidak mau mengikuti ajaran nabi Musa, bahwa Allah Tuhan yang Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah. Saat itu, nabi Musa diajak bertarung dengan para penyihir bawahan Firaun di sebuah lapangan luas disaksikan oleh banyak orang yang datang dari penjuru negeri. Para penyihir melemparkan buhul-buhul (tongkat-tongkat) yang kemudian berubah menjadi ular-ular 🐍 yang sangat banyak. Kemudian, nabi Musa sempat takut. Lalu, Allah memerintahkan nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya dan berubah menjadi ular yang sangat besar dan memakan ular-ular kecil penyihir. Saat itu juga para penyihir sujud dan beriman atas apa yang nabi Musa ajarkan, beriman kepada Allah. Firaun pun marah dan murka serta mengancam akan membunuh, mencincang-cincang para penyihirnya. Tapi para penyihir tidak takut. Mereka berkata, “Kami tidak takut apabila engkau mau membunuh dan mencincang kami. Yang penting kami beriman kepada Allah, kami berharap agar Allah mengampuni dosa-dosa kami. 

Poin penting: Ceritakan yang jujur pasti mengalahkan yang dusta. Walaupun yang dusta itu memiliki kekuatan, kekuasaan. Ajarkan kepada anak, bahwa ia harus jujur. Kejujuran akan membawa keberkahan di dalam hidup ini. Katakan yang benar walaupun itu pahit. 
🔰 Kisah nabi Sulaiman dengan Burung Hud-Hud

Ceritakan bagaimana nabi Sulaiman diberikan oleh Allah kerajaan dan kemampuan yang tidak mungkin ada manusia setelahnya memiliki kerajaan seperti nabi Sulaiman. Pasukan nabi Sulaiman bukan hanya manusia, tapi juga hewan dan jin. Burung-burung menjadi pasukan yang melindungi Nabi Sulaiman dari mentari, yang melakukan pengintaian, mengabarkan lokasi yang bisa digunakan untuk istirahat. 

Saat nabi Sulaiman sedang memeriksa pasukannya, beliau kehilangan burung hud-hud. “Kemanakah burung hud-hud?. Nabi Sulaiman pun memeriksa apakah burung hud-hud termasuk yang sedang menjalankan tugas pergi. Tapi tak ada dalam daftar. Nabi Sulaiman berkata bahwa bila burung hud-hud tidak hadir tanpa alasan maka beliau akan menghukumnya dengan siksaan atau dia datangkan sebuah alasan tentang absennya dia. Setelah mengatakan itu, selang beberapa waktu, burung hud-hud pun datang dan mengabarkan  bahwa ia memiliki ilmu yang nabi Sulaiman tidak ketahui. Burung hud-hud mengatakan kepada nabi Sulaiman, “aku melihat sebuah negeri yang di mana negeri itu dikuasai oleh seorang perempuan yang menjadi raja, namun sayangnya mereka melakukan kesyirikan dengan menyembah mentari. Mereka beribadah kepada mentari, padahal rizki yang mereka nikmati itu itu semuanya dari Allah. Mengapa mereka tidak sujud kepada Allah? Padahal Allah adalah Rabb yang menciptakan segala-galanya”. 

Poin penting: sampaikan kepada anak kita bahwa burung hud-hud mengajak kepada tauhid. Binatang-binatang ciptaan Allah itu mengajak bagaimana seorang hamba meng-esakan sang Pencipta. Dan bagaimana seekor burung turut prihatin melihat kondisi umat manusia yang tidak mentauhidkan Allah. 

Kemudian nabi Sulaiman mengirimkan surat melalui burung hud-hud. Burung hud-hud terbang dari Palestina ke Yaman. Jarak kira-kira 2000km. Ketika sampai, burung hud-hud melemparkan surat tersebut kepada Ratu Balqis. Lalu ratu Balqis membaca surat itu dan mengumpulkan para petinggi di istananya. Ratu Bilqis berkata, “Aku memdapat surt yang mulia. Surat itu dari Sulaiman, dia mengatakan ‘Bismillahirrahmanirrahim, kalian datang kepadaku dan kalian jangan sombong dengan apa yang Allah berikan kepada kalian’.” Kemudian mereka bermusyawarah. Salah satu petinggi mengatakan bahwa untuk mengirimkan hadiah. Bila nabi Sulaiman mengambil hadiah tersebut berarti dia seorang raja yang haus kekuasaan, yang menginginkan tahta dan harta, bila ia mengembalikan hadiah tersebut, berarti benar dia utusan Allah, seorang nabi atau rasul. Tetapi, nabi Sulaiman mengembalikan hadiah itu. Kata nabi Sulaiman, “Kalian gembira dengan hadiah yang kalian bawa kepadaku? Yang Allah berikan kepadaku jauh lebih baik dari apa yang kalian berikan. Pulang kalian semua! Kita akan kirim pasukan yang tidak mungkin kalian kalahkan.” Setelah itu ratu Balqis tahu, bahwa Sulaiman benar_benar utusan Allah. Ratu bersama rombongan pun berangkat menuju kerajaan nabi Sulaiman dengan jarak sekitar 2000km lebih, dari Yaman ke Palestina. Saat sedang menunggu kedatangan ratu dan rombongannya. Nabi Sulaiman berkata kepada dua pasukannya, “siapa yang bisa mendatangkan singgasana ratu Balqis?”. Yang pertama dari makhluk jin, jin ifrit berkata, “Aku bisa membawanya sebelum engkau berdiri dari kursimu”. Yang kedua, seorang hamba yang Allah beri ilmu dari kitab Taurat atau Zabur, “Aku bisa membawa sebelum engkau mengedipkan mata”. Tibalah singgasana ratu Balqis. Ukuran singgasananya sangat besar. Panjangnya 80hasta, lebar 40hasta, tingginya 30 hasta. Didatangkan sebelum nabi Sulaiman mengedipkan mata. 

Poin penting: Ajarkan bagaimana kemampuan Allah.
💞 Cerita untuk anak usia di atas 9 tahun dari Al Quran

Anak-anak sudah mulai dewasa dan mengerti, perlu cerita yang membutuhkan diskusi.

🔰 Kisah nabi Ibrahim dengan ayahnya

Kita perlu mengajarkan kepada anak kita tentang kisah berbakti kepada orang tua. 

Dalam kisah ini berisi kisah bagaimana berkomunikasi dengan orang tua. Ceritakan bahwa bapaknya nabi Ibrahim seorang yang kafir, bahkan yang membuat berhala. Tapi, bagaimana seorang anak ketika dia berbicara dengan orang tuanya. Nabi Ibrahim berkata kepada ayahnya, “Ya Abbati (wahai ayahanda), aku ini ada ilmu yang telah datang kepadaku yang tidak datang kepadamu”. Nabi Ibrahim menyampaikan terus-menerus dengan sopan. Hingga bapaknya nabi Ibrahim murka. “Hai Ibrahim, kalau kamu masih tidak berhenti mengingatkanku, aku akan menghukummu dengan rajam. Pergi kau!”. Tapi, nabi Ibrahim tetap menghargai ayahnya, tetap memohon kepada Allah untuk memberikan petunjuk kepada ayahnya.

Poin penting: ajarkan kepada anak, bila berbicara kepada yang lebih tua itu ada adab, ada etika. Tidak memanggil dengan namanya. 
🔰 Kisah nabi Yusuf dengan seorang istri dari orang yang dimuliakan di Mesir

Di sini banyak pelajaran penting yang bisa diambil:

1. Tentang interaksi dengan lawan jenis. Anak 9 tahun sudah mulai menyukai lawan jenis. Kadangkala, pendidikan yang kurang tepat dari orangtuanya ketika sang anak bertemu dengan teman yang berbeda lawan jenis, “oh kau itu cocok dengannya, salam, atau coba disayang. Oh itu pacarnya ya.”. Padahal, pendidikan ini bukanlah hal yang tepat. Ada koridor tentang cara berinteraksi dengan lawan jenis yang harus sudah diajarkan. Kita perlu mendidik kasih sayang, tapi tidak pada lawan jenis yang bukan mahramnya. Lakukan pada keluarga, kakak atau adiknya. 

Ceritakan bagaimana bila dua orang berkumpul maka yang ketiganya akan ada setan. Dan ceritakan bagaimana seorang nabi saja hampir tergoda dengan seorang wanita. Allah menyelamatkan beliau. Ajarkan kepada anak bahwa kita selalu butuh pertolongan Allah. 

2. Ajarkan mengenai kesabaran nabi Yusuf menghadapi perempuan-perempuan yang terkagum-kagum dengan ketampanannya sebelum menikah. Seperti ketika nabi Yusuf dikeluarkan dan diminta lewat di sekumpulan wanita yang ditangannya ditaruh buah dan pisau untuk mengupas. Hingga mereka tak sadar malah memotong tangan mereka.  Alhamdulillah setelah menikah, Allah menjaga nabi Yusuf. Allah berikan separuh ketampanan manusia pada nabi Yusuf. Dan ajarkan kepada anak perempuan kita untuk menundukkan pandangannya karena fitnah lawan jenis itu. Dan sampaikan, kalau kau jaga Allah, Allah juga akan menjagamu. Didiklah anak untuk menghindari perzinahan. 
🔰 Kisah Dzulqornain

Kisah ini Allah kisahkan di dalam surat Al Kahfi. Dzulqornain Allah berikan kekuasaan, kerajaan, yang dia bisa menaklukan negeri yang lain. Kisah yang ditekankan di sini ketika Dzulqornain mengajak kerja sama penduduk yang dibalik tempat tinggal mereka terdapat ya’juj dan ma’juj. Yang artinya dalam hidup ini, kita tetap perlu kerja sama, gotong royong. Akan ada perkara-perkara besar yang kau tidak akan bisa mencapainya dengan kerja sama. Ada saat di mana kau akan membutuhkan bantuan orang lain. Jangan hidup dengan individualisme yang tinggi. Ajarkan anak kita untuk tidak menyendiri, kau butuh bersama orang.

Dzulqornain membangun tembok yang timggi antara 2 gunung, bisa dilakukan karena kerja sama. 
💞 Kisah untuk anak usia di bawah 9 tahun dari Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam

🔰 Kisah antara kayu dan tukang penyembelih

🔰Kisah 3 orang yang masuk gua yang pintu gua itu tertutup dengan batu besar

🔰Kisah orang yang buta, orang yang berpenyakit kulit, dan orang yang memiliki sakit rambut hingga kepalanya rusak
Bersambung..

Resume oleh Aisyah Iadha Nuraini

Advertisements

Ternyata, Berpikir Kreatif itu Mudah lho!

Tajuk: Pengalaman Belajar Kreativitas di IIP

Judul: 

Ternyata, Berpikir Kreatif itu Mudah lho!

Oleh Aisyah Iadha Nuraini

Sebagai seorang lulusan teknik industri, biasanya saya selalu mengaitkan kreatif itu dengan inovasi produk yang terlihat. Ini pemikiran saya saja ya karena benda yang terlihat lebih mudah dibilang, “Wah, orang ini kreatif bisa buat benda ini”, dibandingkan inovasi dalam hal metode. Ya, sejenis google glass, barang elektronik terbaru, barang unik, iklan unik, intinya sesuatu yang bisa saya lihat.

Tak menyangka, saya bertemu lagi dengan materi tentang kreatif saat mengikuti kelas bunda sayang Institut Ibu Profesional (IIP).

Ketika memasuki level 9, saya belum tahu kalau materinya tentang berpikir kreatif. Metode pemberian materi pun sedikit berbeda karena biasanya hanya berisi tulisan panjang yang dikirimkan oleh fasilitator, tetapi kali ini kami dipancing berpikir dengan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh fasilitator. Awalnya fasilitator memberikan gambar tentang judul berpikir kreatif (hal ini mengkotakkan pikiran kami bahwa selanjutnya pasti tentang kreatif), lalu masuk ke bagian pertanyaan mengenai gambar yang kami lihat. Gambar yang bisa memberikan 2 jawaban, melihat isi tulisan “Lift” atau puzzle. Lalu, kami diminta berpikir mengapa setiap orang bisa melihat hal yang berbeda, padahal gambarnya sama. Para member grup pun menjawab berbagai jenis jawaban masing-masing, hingga akhirnya tercetus kata sudut pandang. Ya, karena setiap orang bisa memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Inilah poin satu dari berpikir kreatif, ubah fokus, geser sudut pandang.

“Dalam mendampingi anak-anak kita perlu memiliki berbagai sudut pandang kreatif ketika melihat sebuah aksi anak-anak.”

Jadi teringat ketika saya mengikuti seminar oleh mba Vidya, seorang guru untuk PAUD. Beliau cerita, saat itu ia melihat seorang anak sedang bermain menyendokkan makaroni kering di atas 2 mangkuk dengan menggunakan sendok bebek. Yang mba Vidya lihat dari si anak yaitu menyendokkan makaroninya menggunakan tangan kiri dan juga terbalik menggunakan sendok bebeknya. Si anak menggunakan ujung yang lebih kecil (yang biasanya untuk dipegang), bukan yang besar. Rasanya saat itu sebagai orang dewasa, bergejolak ingin sekali membetulkan karena mba Vidya tahu, anak tersebut bukanlah kidal dan juga sudah sering bermain memindahkan makaroni. Akan tetapi, mba Vidya coba menahan diri dan hanya melihat dari jauh. Ternyata, setelah si anak menyendok dengan tangan kiri dan juga sendok bebek yang terbalik, anak tersebut mengatakan kepada mba Vidya begini, “Oh, ternyata kalau pake ujung sendok seperti ini, susah ya untuk menyendok. Kalau pakai tangan kiri lebih susah dibanding pakai tangan kanan”. Coba bayangkan kalau saja saat itu si anak dihentikan dengan dibetulkan, si anak tidak akan mendapat pengalaman discovery (menemukan) bagaimana menggunakan sendok yang benar. Dari kisah ini, menggambarkan poin pertama berpikir kreatif, ubah sudut pandang. Sebagai orang tua, kita harus berhati-hati dalam melihat kondisi dan apa yang sedang dilakukan anak. Harus sering dilatih sikap menahan diri untuk tidak mengoreksi anak. Biarkan anak bereksplorasi. Jangan sampai kita seperti gambar yang bapak ibu sering lihat, mengkotakkan dengan menggunting setiap box bicara anak (anak duduk, terus gurunya menggunting call out box bicara anak) supaya memiliki pemikiran yang sama dengan kita.

Lalu, materi tentang kreatif dilanjut dengan pertanyaan berupa gambar tulisan yang bersembunyi. Mirip sekali tulisan tersebut dengan ‘Be Creative’. Tentu, jawaban salah satu member langsung hal tersebut. Fasilitator meminta kembali, untuk berpikir ulang. Lalu, ada jawaban ‘Re Creative‘. Intinya, tidak jauh-jauh dari kata ‘Creative‘. Ketika dibuka jawabannya, ‘PF GPFATJVF’, jauh sekali berbeda. Penyebabnya apa? Karena asumsi kita sejak awal yang sudah dikotakkan dengan judul materi kreatifitas. So, poin kedua cara berpikir kreatif yaitu don’t assume. Jangan menyamakan asumsi kita sama dengan asumsi anak-anak. Untuk mengetahui ide atau pikiran anak kita bisa menanyakan, bukan membuat pernyataan.

Jadi teringat lagi sebuah kisah. Kita tentunya sering melihat seorang anak bolak-balik cuci tangan. Apa yang kita lakukan sebagai orang tua? Orang tua pasti berpikir kurang kerjaan, buang air, buang sabun, cuci tangan cukup sekali supaya bersih. Namun, apa ya yang dipikirkan oleh anak? Ternyata, mereka melihat prosesnya dan experience yang didapat. Mungkin untuk cuci tangan yang pertama kalinya mereka merasakan, “Oh tanganku kalau kena sabun dan digosok jadi licin”. Yang kedua kalinya, “Oh kalau tanganku ditepuk, air sabunnya muncrat ke mana-mana”, “Oh tanganku jadi keriput, dll”. Ya, ternyata mereka mempelajari sesuatu dari repetisi yang mereka lakukan. Bukan hanya melihat hasil, tanganku sudah bersih. Anak itu seperti ilmuwan kecil yang mencoba dan mencoba terus.

Kemudian, fasilitator memberi gambar 9 buah titik yang membentuk persegi, dan diminta membuat garis. Ternyata sulit ya, jawaban tidak langsung didapat. Alhamdulillah ada salah satu member yang berhasil, dan sama seperti jawaban saya, walaupun tidak saya kirimkan hehe. Ya, poin ketiga, outside the box thinking. Buka pemikiran kita dengan tidak membatasi anak-anak dengan pemikiran dan pengalaman yang pernah kita lalui.

Lagi-lagi jadi teringat dengan yang pernah saya alami di kelas system thinking saat kuliah dulu. Bagaimana cara kita keluar dari pemikiran yang biasa kita lakukan. Dosen saya memberikan gambaran yang mudah dicerna. Saat itu, beliau menerangkan sebuah metode supaya kita keluar dari kotak pikiran kita. Caranya yaitu, misal kita dihadapi oleh permasalahan untuk mengatasi orang yang merokok supaya berhenti. Kemudian, kita diminta untuk mengambil sebuah buku apapun, bebas. Buka halaman berapapun, bebas. Dan asal tunjuk sebuah kata yang ada dibuku itu. Misal kita secara tidak sengaja menunjuk sebuah kata ‘bunga’. Nah, dari kata bunga itu, gimana caranya kita menyelesaikan permasalahan perokok berhenti merokok. Lalu, muncullah ide-ide kreatif. Buat yang setiap merokok, diberikan sebuah bunga satu per satu bila mereka berhasil mengurangi sekotak rokok dalam seminggu. Atau, menggambarkan iklan sebuah bunga yang lama-lama mati karena dampak asap rokok yang mengenainya terus menerus. Atau,ide kreatif lainnya yang bersumber dari kata bunga. Benar-benar memicu ide kreatif supaya muncul. Soalnya, kata-kata yang muncul dengan menunjuk sebuah buku secara acak, tentunya juga bisa kata-kata yang tidak terduga dan jadi tantangan untuk mencari solusi dari kata tak terduga tersebut.

Selanjutnya, fasilitator di grup pun kembali memberikan tiga buah gambar produk yang inovatif. Yang menunjukkan bahwa ide kreatif bisa muncul dari 3 proses, yaitu evolusi (mengembangkan dari ide sebelumnya), sintesis (menggabungkan dari dua atau lebih ide yang sudah ada sebelumnya menjadi ide baru), dan revolusi (membuat dari hal baru yang belum pernah ada). Benar-benar metode penjelasan materi yang menarik dari fasilitator menurut saya untuk mengenalkan cara berpikir kreatif. Karena berinteraksi, jadinya materinya lebih menempel.

Saya pun jadi mengingat-ingat apakah saya sudah menjadi seorang ibu yang berpikir kreatif selama ini? Karena, jujur dalam pikiran saya sebagai seorang ibu, kreatif itu identik dengan mainan yang dibuat sendiri tanpa harus beli. Tapi, ternyata saya sudah menerapkan berpikir kreatif di beberapa hal. Seperti, saat membujuk anak supaya mau sikat gigi, saat mau mandi, makan, dan aktivitas anak yang biasanya cukup sulit diajak tergantung mood-nya dia.

Hmm.. apa lagi ya?
Tak terasa, pikiran mencari-cari hal kreatif apa yang sudah saya lakukan, mempertemukan saya pada tulisan Bu Wina Risman di buku parenting++ dengan judul Merombak. Tepat di 3 November 2017 saya membaca tulisan tersebut dan membuat saya memutuskan ikut tantangan mengikat ilmu ini. Bu Wina menjelaskan mengenai merombak cara berpikir. Pikiran kita memiliki kotak sendiri yang disebut comfort zone yang bila dibuka banyak hal yang bisa dieksplorasi. Perombakan, membuka salah satu dinding kotak kita tentunya butuh penyesuaian dan usaha terus-menerus. Cara merombak tidak perlu langsung dari hal yang besar, tapi bisa dari hal-hal kecil terlebih dahulu, seperti membacakan anak sebuah buku cerita. Tak terpikirkan oleh saya sebelumnya bahwa membacakan buku cerita bisa menjadi cara berpikir kreatif kita. Dengan menceritakan sebuah buku cerita, kita bisa bertanya pada anak apa yang mereka pahami, dan bagaimana bila alur ceritanya diubah, bila sudut pandang tokohnya diubah, atau bahkan dirombak ceritanya menjadi cerita yang baru. Contoh cerita tentang si Kancil yang identik dengan si Kancil yang nakal, bisa diubah menjadi si Kancil yang baik dan suka menolong. Atau bisa juga tokoh kancil diganti dengan tokoh burung hantu dengan cerita yang mirip atau terinspirasi atau berhubungan dengan cerita si Kancil. Hal ini mengajak otak kita berpikir lebih inovatif dan kreatif. Kemudian cara merombak cerita ini  bisa diadaptasi untuk merombak hal-hal lain dalam hidup.

Ternyata mengajak otak kita berpikir secara kreatif sudah sering saya lakukan dengan si anak. Saya sering sekali membacakan kisah dari buku cerita dan saya ganti-ganti tokoh dan alurnya, supaya saya sendiri tidak bosan menceritakannya.

Ya! Berpikir kreatif itu ternyata mudah lho, tidak sesulit seperti yang saya bayangkan sebelumnya, seperti harus membuat suatu mainan baru, beli barang-barang mahal buat jadi ide, atau berpikir terus sampai pusing. Yang paling penting untuk berpikir kreatif, ubah sudut pandang, jangan berasumsi, keluar dari kotak kita, dimulai dari hal-hal kecil, dan tahan untuk tidak mengoreksi apa yang sedang dilakukan anak. Yuk! Kita lihat lagi sekeliling cara berpikir kreatif kita, dan tinggal dilatih berulang-ulang.

📚 Sumber Bacaan/sumber inspirasi:

1. _EBook  membangun kreativitas sesuai fitrah, Supartinah, 2016_

2. _Diskusi kelas kreativitas bunda sayang Ibu Profesional, bersama fasilitator Diah Soehadi, 2017_

3. _Hasil perenungan tentang pola kreativitas di dalam keluarga Qurrota’ayun (Anton, Aisyah, Nouman, Maryam), 2017_

4. _Seminar Lebih Dekat dengan Montessori oleh Ibu Vidya Dwina Paramita, 26 November 2016_

5._Kelas System Thinking oleh Bapak Akhmad Hidayatno di Teknik Industri, antara 2010-2012_

6._Tulisan “Merombak” dari buku Parenting ++ oleh Bu Wina Risman, 2017_

#kelasbundasayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative
#Bogor
#antonaisyah

Flip, Layanan agar Bebas Biaya Transaksi Beda Bank

Saya sudah tau flip semenjak awal berdirinya. Namun, saat itu belum tertarik, karena jarang banget online shopping ataupun transaksi di bank. Hingga, suatu waktu, saya tahu flip butuh surat izin dari Bank Indonesia. Saat itu flip butuh dukungan dan membuat sejenis queationnaire unik dengan berbagai karakter. Saya sampai nyoba berkali-kali ngisi questionnaire itu saking penasarannya jawaban yang benar haha. Hingga suatu waktu, sya punya toko online shop. Saya pun membuka rekening bank untuk memudahkan customer. Jadi ada 2 rek bank di saya, satu mua***** dan b*a. Ternyata cust, masih kesulitan juga untuk transfer karena beda bank, saya tambahkan bank b*i punya suami. Namun, akan kesulitan ternyata mengumpulkan dananya karena beda bank, harus transfer beda bank yang menurut saya biayanya itu lumayan (bisa umtuk ongkir hehe). Jadilah, saya coba flip, dan ternyata sudab dapat izin BI dengan syarat harus tatap muka langsumg untuk pendaftarannya. Bismillah, saya pun daftar, dan tada… Tatap mukanya hanya sekian menit, kurang dari 5 menit. Sampai saat ini saya pun masih menggunakan flip untuk transaksi beda bank, khusunya pas belanja olshop atau transfer antar saya dan suami. Terima kasih flip, semoga lebih berkembang ke arah yang lebih baik 🙂
Mengenai flip bisa dibaca di https://flip.id/site/index

Ini FAQ nya saya copy paste di sini ya:

1. Jadi Flip itu apa ya?
Flip adalah aplikasi untuk melakukan transfer antar bank tanpa biaya. Flip saat ini dapat diakses via website. Versi mobile application Flip sedang dalam pengembangan.

2. Apakah Flip dapat dipercaya?
Flip adalah aplikasi yang dibuat oleh alumni Universitas Indonesia dan berada di bawah pengawasan Direktorat Inovasi dan Inkubasi UI. Flip saat ini sudah berbentuk PT dan sudah memiliki kelengkapan izin usaha. Saat ini, Flip sudah terlisensi oleh Bank Indonesia dengan nomor izin 18/196/DKSP/68.

3. Apakah Flip aman?
Untuk keamanan uang pengguna, seluruh perpindahan uang terjadi di dalam sistem bank. Sehingga uang Kakak akan aman.

4. Bagaimana keamanan data yang dimasukkan ke Flip?
Lalu untuk data, semua data personal pengguna kami enkripsi dengan menggunakan AES-128 sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak luar. Semua komunikasi antar server juga dienkripsi menggunakan SSL. Kombinasi dari dua hal ini kami gunakan untuk menjaga data-data Kakak.

5. Ada Bank apa saja yang disupport oleh Flip?
Saat ini Kakak dapat melakukan transfer uang dari dan ke bank BCA, BNI, BNI Syariah, BRI, CIMB, CIMB Syariah, Mandiri, Mandiri Syariah, dan Muamalat

6. Bagaimana dengan bank lain yang belum di support?
Kami akan melakukan voting ke pengguna dalam waktu dekat untuk menentukan bank apa yang ingin ditambahkan 

7. Bagaimana cara kerja Flip?
Jadi Flip bekerja sebagai jembatan transaksi interbank. Jadi Kakak perlu melakukan transfer terlebih dahulu ke rekening Flip yang sama dengan bank yang Kakak miliki, baru kemudian kami dapat meneruskan uang Kakak ke rekening tujuan Kakak. Penjelasan detail mengenai cara kerja Flip dapat Kakak lihat di flip.id/start

8. Bagaimana cara melakukan Transfer menggunakan Flip?
kami telah membuatkan tutorial cara menggunakan Flip yang dapat Kakak akses di flip.id/tutorial

9. Apakah Flip sudah ada aplikasinya di playstore?
Saat ini aplikasi flip masih dalam pengembangan. Kami akan memberikan informasi terbaru jika sudah ada ke email Kakak 

10. Kapan saja waktu menggunakan Flip?
Kakak dapat membuat dan melakukan konfirmasi transaksi Kakak selama 24 jam, namun kami akan meneruskan transaksi Kakak ke tujuan pada jam layanan saja. 

11. Kapan ya jam layanan Flip?
Jam operasional kami dari hari Senin-Jumat pukul 09.00-19.00 WIB dan Sabtu pukul 09.00-14.00 WIB. Transaksi yang dilakukan diluar jam layanan akan kami proses pada jam layanan berikutnya.

12. Berapa lama waktu yang dibutuhkan Flip untuk memproses transaksi saya?
Umumnya waktu yang diperlukan untuk memproses transaksi adalah 20 menit. Namun pada keadaan tertentu, waktu proses dapat menjadi lebih lama. Kami menjamin transaksi Kakak akan selesai diproses dalam waktu kurang dari satu jam.

11. Transaksi yang dikirimkan ke tujuan transfer akan menggunakan atas nama Flip?
Iya betul, namun pada berita transfernya akan kami cantumkan nama pengirim transaksi tersebut.

12. Dari mana saya dapat kabar kalau transaksi saya sudah ditransfer?
Saat transaksi Kakak telah selesai diproses, kami akan mengirimkan bukti transaksi ke email Kakak.

13. Lalu Flip dapat untungnya dari mana?
Untuk saat ini Flip belum mengambil keuntungan. Kami memiliki visi untuk membuat Flip tidak sebatas menjadi layanan transfer antar bank tanpa biaya. Layanan transfer antar bank tanpa biaya ini adalah langkah awal dari Flip. Flip akan mulai mengambil keuntungan di produk-produk Flip selanjutnya.

14. Bagaimana cara mencairkan deposit?
Kakak dapat mencairkan deposit setelah minimal nominal Rp10.000. Selanjutnya, Kakak dapat menghubungi Customer Friend Flip via Email atau chat untuk mengajukan pencairan deposit.

15. Kok halaman web error atau tidak terbuka, ya?
Kakak dapat mencoba membuka halaman web kami menggunakan browser lain atau dengan melakukan refresh.

16. Apakah ada jumlah minimal dan maksimal transfer?
Jumlah minimal nominal yang dapat dilakukan dalam transaksi adalah Rp10.000 kak. Sedangkan jumlah maksimal transfer adalah Rp5.000.000 per hari.

17. Kalau saya lupa kode unik bagaimana ya Kak?
Kami akan melakukan penyesuaian dengan nominal yang Kakak transfer. Namun, untuk transaksi selanjutnya, Kakak jangan lupa sertakan kode uniknya ya kak agar proses transaksi dapat dilakukan dengan lancar.

18. Bagaimana cara menghapus akun Flip?
Kakak dapat mengajukan penghapusan akun flip dengan menghubungi Customer Friend Flip via email di hello@flip.id

19. Apakah transaksi akan tetap berjalan jika halaman web ditutup?
Ya, transaksi akan tetap berjalan walaupun halaman web tertutup. Kakak dapat melihat status transaksi Kakak di halaman catatan transaksi pada akun Kakak.

20. Saya lupa password akun 😦
Kakak dapat melakukan reset password

Matrikulasi IIP sesi 7

​_Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2, sesi #7_
*REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI*
Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

*_Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR_* ”
Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati. 
Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.

 Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”

*_Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar_*

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah  
*_bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga_*

Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.

“ *_Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI_* ”

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka 
*_Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang_*
Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.
 Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

*_Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya_*

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,
1⃣menambah syukur, 

2⃣menegakkan taat 3⃣berbagi manfaat.

*_Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya_*

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).
Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.

Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,
Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.
Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

Matrikulasi IIP ke-6 Ibu Manager Keluarga Handal

*IBU MANAJER KELUARGA HANDAL*
_Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #6_
*Motivasi Bekerja Ibu*
Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah *_ibu bekerja_* yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.

Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu
*_kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita_*
Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ? Continue reading

1 Jam Gratis di Kidzoona Lippo Bogor

Memanfaatkan kupon gratis 1 jam bermain, kami sempatkan untuk mampir di weekday. Karena berlakunya juga hanya di weekday dan maksimal hingga 30 Nov.

Dapat kupon gratisnya karena lagi promo ulang tahun kidzoona yang ke-2. Waktu pertama kali datang, ditawarin struknya mau ditukar dengan undian atau ngga, ya lumayan, ditukar aja. Mungkin kalau pas lagi di Taiwan memang suka ngoleksi struk, tapi kalau di Indonesia, fungsi struk masih minim. Jadi ditukar saja, dan alhamdulillah dapat 1 jam gratis pada weekday.

Berangkatlah bersama ayahnya juga, demi hemat ongkos karena lumayan kalau naik angkot ataupun taxi online. Setengah 11 siang pun sampai di lokasi. Dan jeng jeng… Sepi booo…. Hanya ada 1 orang tua dan 1 anak yang lagi main di pojok video game.

Daftarlah kami, ramah karyawannya. Seperti biasa, orangtua yang mendampingi hanya boleh satu orang dan persiapkan pakai kaos kaki. Karena malas menunggu di luar, dan mumpung lagi sepi, masuk aja berdua (saya dan suami mendampingi anak). Biaya tambahan Rp 30k. Lumayan, kan mumpung biaya anaknya gratis.

Di kali kedua mencoba ini, anak lebih percaya diri mencoba berbagai fasilitas dan lebih familiar ( Pas kali pertama, lebih banyak mengamati). Ini hasil jepretan foto kami di lokasi kidzoona:

Continue reading

NHW 5 Learning How to Learn

_NICE HOMEWORK #5_
_MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL  BATCH #2_

 *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR* (Learning  How to Learn)

Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan “proses” anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Jujur, ini adalah homework yang butuh pemikiran lebih. Walaupun udah sering belajar, tapi ketika diminta bikin desain pembelajaran langsung toeing apakah ini?

Hampir setiap pembelajaran di sekolah dan universitas membuat bentuk yang umum. Tentunya ada SAP (Satuan Ajar Perkuliahan/Pendidikan). Tapi, apakah itu yang dimaksud? Apakah itu cocok untuk anak? Apakah itu cocok untuk saya? Apakah itu cukup fun? Continue reading